Sabtu, 22 Agustus 2015

Rencana Pembuatan Power Point ~ Materi kelas VII Wawasan Sosial




Bab 1 Permukaan Bumi
A. Keragaman Ketampakan di Permukaan Bumi
B. Proses Pembentukan Muka Bumi
C. Jenis-jenis Batuan
D. Dampak Keragaman Muka Bumi Terhadap Kehidupan Manusia

Bab 2 Kehidupan Manusia Pada Masa Pra-Aksara di Indonesia
A. Pengertian Masa Pra-Aksara
B. Asal-usul Kehidupan Manusia
C. Pembagian zaman Pra-Aksara
D. Manusia Pra-Aksara di Indonesia
E. Perkembangan Kehidupan Pra-Aksara di Indonesia

Bab 3 Kehidupan Sosial
A. Interaksi Sosial
B. Proses Sosialisasi
C. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bab 4 Manusia Sebagai Mahluk Sosial dan Ekonomi
A. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
B. Manusia Sebagai Mahluk Ekonomi
C. Manusia Berperan sebagai Makhluk Sosial dan Ekonomi
D. Pemanfaatan Sumber Daya Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup

Bab 5 Tindakan, Prinsip, dan Motif Ekonomi
A. Tindakan Ekonomi
B. Motif Ekonomi
C. Prinsip Ekonomi

Bab 6 Peta, Atlas, dan Globe
A. Karakteristik Peta, Atlas, dan Globe
B. Komponen-Komponen pada Peta
C. Jenis Peta
D. Menentukan Skala Peta
E. Sketsa Wilayah
F. Mendiskripsikan Kondisi Geografis Suatu Wilayah
G. Kaitan Antara Kondisi Geografis Dengan Penduduk

Bab 7 Gejala Atmosfer dan Hidrosfer
A. Gejala Atmosfer
B. Gejala Hidrosfer

Bab 8 Indonesia pada Masa Hindu-Budha
A. Perkembangan Hindu-Budha di Indonesia
B. Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia
C. Peninggalan-Peninggalan Kebudayaan Hindu-Budha

Bab 9 Perkembangan Islam di Indonesia
A. Penyebaran Islam di Indonesia
B. Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia
C Masyarakat pada Masa Islam
D. Hasil-hasil Kebudayaan Islam

Bab 10 Indonesia pada Masa Kolonial Eropa
A. Awal Kedatangan Kolonial Eropa
B. Perkembangan Masyarakat pada Masa Kolonial Eropa
C. Perkembangan Kebudayaan
D. Perkembangan Pemerintahan Kolonial Eropa

Bab 11 Bentuk Muka Bumi dan Kegiatan Ekonomi
A. Pola Kegiatan Ekonomi Penduduk
B. Bentuk Muka Bumi dan Penggunaan Lahan
C. Penggunaan lahan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan
D. Pola Permukiman Penduduk
E. Bentang Lahan dan Persebaran Permukiman Penduduk

Bab 12 Kegiatan Pokok Ekonomi
A. Kegiatan Konsumsi Barang dan Jasa
B. Kegiatan Produksi
C. Distribusi

Bab 13 Perusahaan dan Badan Usaha
A. Perusahaan
B. Badan Usaha

Bab 14 Kreatifitas Dalam Tindakan Ekonomi
A. Kreatifitas
B. Kewirausahaan
C. Kemandirian

Jumat, 28 Juni 2013

PROFESI KEPENDIDIKAN

Profesi kependidikan secara etimologi memiliki dua kata, tetapi mengandung satu makna, ada kata profesi dan kependidikan. Profesi secara etimologis adalah profesi yang dalam bahasa Inggris adalah professional, sama artinya dengan vocation, occupation, job. Kata tersebut bila diterjemahkan memiliki memiliki arti; profesi, pekerjaan, jabatan. Dalam kamus bahasa Indonesia, profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan, keahlian tertentu. Adapun professional adalah hal yang berkenaan dengan pekerjaan keahlian-keahlian khusus, mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya, sedangkan profesionalisme adalah merupakan suatu kelakuan, tujuan, nilai atau kualitas yang mencirikan profesi.
Pendidikan adalah proses interaksi manusiawi yang ditandai keseimbangan kedaulatan subjek didik dan kewibawaan pendidik (T. Raka Joni). Sedangkan Drikarya menjelaskan pendidikan adalah proses memanusiakan manusia muda. Mendidik adalah menuntut segala kodrat yang ada pada anak untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan (Ki Hajar Dewantara). Langeveld berpendapat pendidikan adalah mempengaruhi anak dalam membimbingnya supaya menjadi dewasa.
Profesi Kependidikan adalah pengkajian yang berkaitan dengan pekerjaan khusus yang membutuhkan keahlian, tanggung jawab dan kesejawatan dalam rangka mempengaruhi anak untuk  mencapai manusia dewasa yang selamat dan bahagia.
Syarat profesi kependidikan yang dimaksudkan oleh National Education Association (NEA) adalah jabatan bagi tenaga pendidik (guru) sebagai berikut :
1.      Melibatkan kegiatan intelektual;
2.      Menggeluti batang tubuh ilmu khsusus;
3.      Memerlukan persiapan professional lama;
4.      Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan;;
5.      Menjanjikan janji hidup;
6.      Menentukan baku (standar) sendiri.
Profesi guru di Indonesia menganut prinsip sebagai berikut :
1.      Memilliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealism;
2.      Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia
3.      Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakan pendidik sesuai dengan bidang tugas;
4.      Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
5.      Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
6.      Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
7.      Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
8.      Memiliki jaminan perlindungan hokum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan;
9.      Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan yang mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.
Kode Etik Guru Indonesia :
1.      Guru menjunjung tinggi jabatan guru sebagai sebuah profesi;
2.      Guru berusaha mengembangkan dan memajukan disiplin ilmu pendidikan dan bidang studi yang diajarkan;
3.      Guru terus menerus meningkatkan kompetensinya;
4.      Guru menjungjung tinggi tindakan dan pertimbangan pribadi dalam menjalankan tugas-tugas profesionalnya dan bertanggung jawab atas konsekuensinya;
5.      Guru menerima tugas-tugas sebagai suatu bentuk tanggung jawab, inisiatif individual, dan integritas dan tindakan-tindakan professional lainnya.
6.      Guru tidak boleh melakukan tindakan dan mengeluarkan pendapat yang akan merendahkan martabat profesionalnya;
7.      Guru tidak boleh menerima janji, pemberian dan pujian yang dapat mempengaruhi keputusan atau tindakan-tindakan profesionalnya;
8.      Guru tidak boleh mengeluarkan pendapat dengan maksud menghindari tugas-tugas dan tanggun jawab yang muncul akibat kebijakan baru di bidang pendidikan dan pembelajaran.
SIKAP PROFESIONAL DAN ORGANISASI PROFESI
Sikap atau attitude adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Thursthone (dalam Azwar) menjelaskan sikap adalah serajat efek positif atau efek negative yang dikaitkan dengan suatu objek psikologis. Dijelaskan pula sikap adalah kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara tertentu.
Sasaran :
1.      Sikap terhadap peraturan perundang-undangan;
2.      Sikap terhadap organisasi profesi;
3.      Sikap terhadap sekolah;
4.      Sikap terhadap anak didik;
5.      Sikap terhadap mitra/masyarakat;
6.      Sikap terhadap pemimpin;
Organisasi Profesi :
1.      PGRI (Persatuan Guru Republlik Indonesia)
2.      ABKN (Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia)
3.      ISPI (Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia)
4.      ISMaPI (Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia)
MANAJEMEN PENDIDIKAN
Manajemen berasal dari kata manus (bahasa latin) yang berarti tangan, sedangkan dalam bahasa Perancis berasal dari kata Maneggeo, berarti pengurusan. Di Indonesia, manajemen acap kali manajemen diterjemahkan dengan kepemimpinan, ketatalaksanaan dan kepengurusan. Manajemen adalah segenap perbuatan menggerakan sekelompok orang dan  mengerahkan fasilitas dalam suatu usaha kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Pada intinya manajemen melaksanakan fungsi perencanaan, pengelolaan dan pengontrolan. Pada konteks manajemen pendidikan, manajeman melaksanakan fungsinya dalam bidang garapan pendidikan.
Ruang lingkup manajemen pendidikan :
1.      Manajemen kesiswaan;
2.      Manajemen sarana dan prasarana;
3.      Manajemen keuangan;
4.      Manajemen kurikulum;
5.      Manajemen kurikulum;
6.      Manajemen hubungan sekolah dan masyarakat;
7.      Manajemen ketenagaan
Fungsi manajemen pendidikan
1.      Perencanaan
Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternative tentang penetapan prosedur pencapaian, serta perkiraan sumber yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan tersebut. Yang dimaksud dengan sumber, meliputi sumber manusia, material, uang, dan waktu. Dalam perencanaan kita mengenal beberapa tahap (a) identifikasi masalah, (b) perumusan masalah, (c) penetapan tujuan, (d) identifikasi alternative, (e) pemilihan alternative, dan (f) elaborasi alternative. Kolaboratif artinya dengan mengikutsertakan personal sekolah dalam semua tahap perencanaan ini.
2.      Pengelolaan
Pengelolaan yang dimaksud adalah kegiatan mengelola bidang garapan manajemen pendidikan yang meliputi kegiatan pengorganisasian, pengarahan dan pengkoordinasian.
Pengkoordinasian adalah keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan personal sekolah lainnya) serta mengalokasikan sara dan prasarana untuk menunjang orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah.
3.      Pengontrolan dan penilaian
Pengontrolan adalah proses pengaturan berbagai factor dalam suatu lembaga agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam perencanaan. Pengontrolan adalah proses penentuan apa yang harus dicapai, yaitu standar apa yang sedang dilakukan, yaitu pelaksanaan, termasuk pula dilakukan penilaian.
4.      Fungsi kepemimpinan
Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengerahkan dan menggerakan orang lain (dalam hal ini guru, staf, siswa, orang tua siswa) untuk bekerja dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mempunyai visi mampu merealisasiskannya menjadi aksi.
MANAJEMEN KURIKULUM
Secara etimologi, kurikulum berasal dari kata latin: currere; curriculum, running a course; courier, yang artinya berlari; course yang artinya mata pelajaran. Bobbit (1918) menjelaskan, kurikulum adalah susunan pengalaman belajar yang terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (KTSP) teridiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, da yang artinya mata pelajaran. Bobbit (1918) menjelaskan, kurikulum adalah susunan pengalaman belajar yang terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan kemampuan individual anak didik.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (KTSP) teridiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Manajemen kurikulum adalah pengelolaan kurikulum yang meliputi kegiatan; perencanaan; pelaksanaan dan penilaian.
Asas pengembangan kurikulum
1.      Asas Filosofis yang lazimnya menentukan tujuan utama pendidikan. Falsafah yang berbeda-beda akan menentukan tujuan pendidikan yang berbeda-beda pula. Setiap aliran falsafah mempunyai tujuan tersendiri dan menentukan bahan pelajaran yang khas untuk mewujudkannya.
2.      Asas sosiologis merupakan dasar untuk menentukan pengetahuan atau keterampilan yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kebudayaan dan juga perkembangan ilmu pengetahun dan tekhnologi. Kurikulum hendknya relevan dengan kebutuhan masyarakat.
3.      Asas organisasi menjadi dasar untuk menentukan bagaimana bahan pelajaran disusun, baik luasnya  maupun urutannya. Mata pelajaran yang terpisah-pisah akan berbeda dengan yang dipadukan.
4.      Asas psikologis memberikan prinsip-prinsip tentang anak dan perkembangan mentalnya dan bagaimana cara belajarnya. Dengan demikian, bahan pelajaran yang diberikan dapat dikuasai anak sesuai dengan perkembangannya.
MANAJEMEN KESISWAAN
Manajemen kesiswaan merupakan kegiatan mengelola siswa yang diawali dengan peneriaan siswa baru, pebinaan selama siswa bersekolah dan pembinaan alumni. Adapun ruang lingkupnya meliputi peneriaan siswa baru yang terdiri atas kegiatan pendaftaran, seleksi dan penerimaan.
Penerimaan siswa baru :
1.      Orientasi;
2.      Penempatan dan pengelompokkan siswa;
3.      Pendataan siswa
Pembinaan siswa :
1.      Pembinaan disiplin siswa;
2.      Kenaikan kelas dan penjurusan;
a.      Kenaikan kelas;
b.      Penjurusan.
3.      Organisasi siswa intra sekolah (OSIS) dan kegiatan ekstrakurikuler;
a.      Organisasi siswa intra sekolah (OSIS);
b.      Kegiatan ekstrakurikuler;
Layanan khusus siswa :
1.      Layanan belajar;
2.      Layanan financial;
3.      Layanan kesehatan.
SARANA DAN KEUANGAN
Manajemen sarana dan prasarana pendidikan
Manajemen sarana dan prasarana adalah kegiatan pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan oleh sekolah dalam upaya menunjang seluruh kegiatan baik kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lain sehingga seluruh kegiatan berjalan dengan lancar.
Manajemen sarana dan prasarana, meliputi; perencanaan/analisis kebutuhan, pengadaan, inventarisasi, pendistribusian dan pemanfaatan, pemeliharaan dan pemusnahan terhadap barang-barang bergerak dan tidak bergerak, parabot sekolah, alat-alat belajar, dan lain-lain.
Manajemen keuangan
Manajemen keuangan adalah kegiatan mengelola dana untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan secara efektif dan efisien.
Ruang lingkup manajemen keuangan adalah kegiatan merencanakan kebutuhan dana penggalian, pemanfaatan dan pendistribusian dan pelaporan atau pertanggungjawaban.
Dalam mengelola keuangan harus dilakukan dengan menganut system :
1.      Transparan;
2.      Akuntabel;
3.      Responsible;
4.      Relevan;
5.      Efektif; dan
6.      Efisien.
Langkah-langkah pengelola keuangan di sekolah sebagai berikut :
a.      Perencanaan/analisis kebutuhan keuangan;
b.      Penggalian/pencarian sumber dana;
c.       Pendistribusian dan pemanfaatan.
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT
Secara etimologi, hubungan sekolah dan masayarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa inggris public school relation yang berarti hubungan sekolah dan masyarakat adalah sebagai hubungan timbale balik antara organisasi (sekolah) dengan masayarakat/lingkungan yang terkait.
Elsbree yang dikutif sobari (1994) mengungkapkan tujuan-tujuan husemas, yaitu sebagai berikut :
a.      Untuk meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak;
b.      Untuk meningkatka pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarkat;
c.       Untuk mengembangkan antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan kedua belah pihak.
Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat (Husemas)
a.      Mengembangkan pengertian masyarakat tentang semua aspek palaksanaan program pendidikan di sekolah;
b.      Dapat menetapkan bagaimana harapan masyarakat terhadap sekolah dan apa harapan-harapannya mengenai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah;
c.       Memperoleh bantuan secukupnya dari masayarakat untuk sekolahnya, baik financial, material ataupun moril;
d.      Menimbulkan rasa tanggung jawab yang lebih besar pada masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah;
e.      Merealisasikan perubahan-perubahan yang diperlukan dan memperoleh fasilitas dalam merealisasikan perubahan-perubahan itu;
f.        Mengikutsertakan masyarakat secara kooperatif dalam usaha-usaha memecahkan persoalan pendidikan;
g.      Meningkatkan semangat kerjasama antara sekolah dengan masyarakat, dan meningkatkan partifipasi kepemimpinan untu meningkatkan kehidupan dalam masyarakat.
Teknik hubungan sekolah dengan masyarakat  :
a.      Laporan kepada orang tua siswa;
b.      Bulletin sekolah;
c.       Surat kabar;
d.      Pameran sekolah;
e.      Open House;
f.        Kunjungan ke sekolah;
g.      Kunjungan ke rumah siswa;
h.      Penejelasan oleh staf;
i.        Informasi dar murid tentang sekolah;
j.        Melalui leaflet tentang sekolah;
k.       Laporan tahunan
MANAJEMEN TENAGA KEPENDIDIKAN
Manajemen tenaga kependidikan adalah kegiatan mengelola personal pendidikan dalam melaksanakan tugas-tugas sesuai tugas dan fungsinya agar berjalan dengan efektif. Manajemen tenaga kependidikan didefinisikan pula sebagai kegiatan menggerakan orang lain untuk mencapai tujuan pendidikan. Yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah anggota masayarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang pelaksanaan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga pendidikan yang tidakanggota masayarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang pelaksanaan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga pendidikan yang tidak berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselur, pamong belajar, widyaiswara, totur, instruktur, fasilitator dan sebutan lainnya sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisifasi dalam menyelenggarkan pendidikan.
Ruang lingkup manajemen tenaga kependidikan
Ruang lingkup kegiatan manajemen tenaga kependidikan meliputi kegiatan berikut :
a.      Rekrutmen      : seleksi, orientasi dan penempatan
b.      Pembinaan      : pendidikan dan pelatihan, kompensasi/penggajian, pemberian kesejahteraan, kenaikan pangkat penilaian, cuti pegawai.
1.      Pendidikan dan pelatihan;
2.      Kompensasi/penggajian;
3.      Tunjangan dan kesejahteraan;
4.      Kenaikan pangkat;
5.      Daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3)
c.       Pemensiunan
SUPERVISI PENDIDIKAN
Pengertian supervise tidak diartikan melihat dari atas atau mencari-cari kesalahan bawahan, tetapi supervision adalah program yang berencana untuk memperbaiki pengajaran (Adam & Dicky), yang dikutip Sahertian). Wiles menjelaskan, supervise adalah bantuan dalam perkembangan dan proses belajar mengajar yang baik serta menjelaskan supervise adalah tekhnik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Dengan demikian supervise adalah usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi belajar mengajar agar menjadi lebih baik.
Tujuan Supervisi Pendidikan
Tujuan supervise pendidikan adalah memperkembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Usaha ke arah perbaikan belajar dan mengajar ditujukan kepada pencapaian tujuan akhir dari pendidikan, yaitu pembentukan pribadi yang maksimal.
Secara operasional, tujuan supervise adalah sebagai berikut :
1.      Membantu guru melihat denga jelas tujuan-tujuan pendidikan.
2.      Membantu guru dalam membimbing pengalaman belajar siswa.
3.      Membantu guru dalam menggunakan sumber-sumber pengalaman belajar.
4.      Membantu guru dalam menggunakan metode-metode dan alat-alat pembelajaran modern.
5.      Membantu guru dan memenuhi kebutuhan belajar siswa.
6.      Membantu guru dalam hal menilai kemajuan siswa dan hasil pekerjaan guru itu sendiri.
7.      Membantu guru dalam membina reaksi mental atau moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan probadi dan jabatan mereka.
8.      Membantu guru baru di sekolah sehingga mereka merasa gembira dengan tugas yang diperolehnya.
9.      Membantu guru agar lebih mudah mmngadakan penyesuaian terhadap masyarakat dan cara-cara menggunakan sumber-sumber masyarakat dan seterusnya.
10.  Membantu guru agar waktu dan tenaga tercurah sepenuhnya dalam pembinaan sekolahnya.
Fungsi supervise pendidikan adalah usaha perbaikan yang merupaka proses bimbingan sesuai perubahan dan kebutuhan masyarakat. Burton mengemukakan, fungsi supervise adalah menilai dan memperbaiki factor yang mempengaruhi hal belajar. Wiles mengemukakan pula, bahwa supervise memperbaiki situasi belajar anak-anak. Secara rinci supervise dikemukakan sebagai berikut :
1.      Mengkoordinasi semua usaha sekolah
2.      Memperlengkapi kepemimpinan sekolah
3.      Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif
4.      Memperluas pengalaman guru-guru
5.      Memberikan fasilitias dan penilaian yang terus-menerus
6.      Menganalisa situasi belajar dan mengajar
7.      Memberikan pengetahuan dan skill kepada setiap anggota staf
8.      Mengintergrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.
Tekhnik Supervisi Pendidikan
1.      Tekhnik individual (Perseorangan)
Tekhnik individual (perseorangan) dalam kegiatan supervise adalah bantuan yang dilakukan sendiri oleh petugas supervise, baik terjadi di dalam maupun di luar sekolah. Dalam hal ini, yang disupervisi mungkin juga peseorangan, tetapi mungkin juga bukan hanya seorang. Maksudnya adalah memberikan bimbingan pereseorangan atau individu.
a.      Mengadakan kunjungan kelas
b.      Mengadakan observasi kelas
c.       Mengadakan wawancara perseorangan
2.      Tekhnik kelompok
Supervise dengan tekhnik kelompok dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan/rapat mengadakan diskusi kelompok, mengadakan penataran dan seminar.
SUPERVISI PENDIDIKAN
Instrumen Penilaian
1.      Kompetensi: menggukana metode, media dan bahan latihan sesuai dengan tujuan pengajaran
Indicator kompetensinya :
a.      Menggunakan metode mengajar sesuai dengan tujuan, siswa, lingkungan dan perubahan situasi….(a, b, c, d)
b.      Menggunakan peralatan pengajaran dan alat bantu lain yang sesuai dengan tujuan
c.       Menggunakan degan tepat bahan latihan pengajaran sesuai dengan tujuan
2.      Kompetensi: berkomunikasi dengan siswa
Indicator kompetensinya :
a.      Memberikan petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pelajaran
b.      Mengklasisfikasi petunjuk dan penjelasan apabila siswa telah mengerti
c.       Menggunakan respons dan pertanyaan siswa dalam pengajaran
d.      Menggunakan ekspresi lisan atau tertulis yang dapat ditangkap oleh siswa
e.      Menutup pelajaran
3.      Kompetensi: mendemonstrasikan khasanah metode mengajar
Indicator kompetensinya :
a.      Mengimplementasikan kegiatan belajar dalam urutan yang logis
b.      Mendemostrasikan kemampuan mengajar dengan menggunakan berbagai metode
c.       Mendemonstrsikan kemampuan mengajar secara individual atau secara kelompok
4.      Kompetensi: mendorong dan menggalakan keterlibatan siswa dalam mengajar
a.      Menggunakan prosedur yang melibatkan siswa pada awal pelajaran
b.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi
c.       Memellihara keterlibatan siswa dalam pelajaran
d.      Menguatkan upaya siswa untuk memelihara keterlibatan
5.      Kompetensi: mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya
Indicator kompetensinya :
a.      Membantu siswa mengenai maksud dan pentingnya topic…..
b.      Mendemonstrasikan penguasaan pengetahuan dalam mata pelajaran yang diajarkan
6.      Kompetensi: mengorganisasi waktu, ruang, bahan dan perlengkapan pengajaran
Indicator kompetensinya :
a.      Melaksanakan tugas-tugas rutin
b.      Menggunakan waktu pengajaran secara efisien
c.       Menyediakan lingkungan belajar yang menarik dan teratur
7.      Kompetensi: melaksanakan evaluasi prestasi siswa dalam proses belajar  mengajar
Indicator kompetensinya :
a.      Melakukan penilaian selama proses belajar mengajar berlangsung
b.      Mendemonstrasikan kemampuan menilai baik dengan lisan, tertulis maupun dengan pengamatan
c.       Menafsirkan hasil penilaian dalam proses belajar mengajar dan mengkomunikasikannya kepada siswa